Activity

  • Webster Dillon posted an update 3 weeks, 5 days ago

    Dari tahun ke tahun kuota Pelayanan Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan semakin menipis. Dan penyebarannya di seluruh Indonesia pun akan semakin terbatas. Hal ini tentunya akan mengakibatkan pembangunan atau pengembangan perumahan bersubsidi dan sepatutnya estate yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah pun terpaksa harus di hentikan sambil sebagian pengembang.

    Habisnya kuota FLPP ini pun akan membuat para pengembang bakal merasa semakin terpaksa dan terpojokkan sampai penurunan citranya tentang publik, tidak terkecuali PT. Riscon Reality dan
    Delta Group Property . Saat ini karet pembeli juga telah mulai meragukan integritas dan kapasitas atas para pengembang perumahan tersebut karena wisma – rumah yang akan dibeli tidak juga bisa di jual belikan.

    Dari segi Gena Bijaksana yang merupakan kepala marketing dari dan dagang development dari PT. Riscon Reality, saat ini telah ada kaum proyek pengembangan perumahan bersubsidi dan sawab estate yang mulai dari terhambat di kaum daerah, seperti di Serang, Bogor, & Palembang. Bahkan untuk yang berada dalam daerah Palembang telah berhenti sama sekali. Pikir beliau juga, hukuman dari kurangnya periode FLPP akan menyampaikan suatu tekanan pekat pada bursa penjualan properti, terutama tatkala pasar sedang gak membaik seperti yang terjadi pada sekarang.

    Jika nantinya terlintas akhir tahun ini FLPP masih tidak disematkan lagi, bisnis properti real estate tersebut akan terus lari, akan tetapi harus memikirkan kembali strategi unik untuk terus merangsangkan penjualan agar penjelasan perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan nista bisa terus berjalan seperti apa yang diharapkan sebelumnya. Terhentinya pembangunan oleh kaum pengembang bisnis properti tidak hanya terasa oleh Riscon Realty, namun pengembang Delta Group juga terdesak memberhentikan pembangunan perumahan murahan di kawasan Bogor meskipun tersedia beberapa rumah yang telah selesai dibangun.

    Wisma murah yang telah rampung dibangun untuk pembiayaan dengan skema FLPP tidak dapat rambang digeser pembiayaannya lewat skema lain. Ada beberapa aturan yang berbeda dan hal jumlah cicilan yang mungkin saja sebagai lebih tinggi dari sebelumnya dan kesudahannya sangat memberatkan konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Jika nantinya hal ini sahih terjadi, maka bakal ada banyak sekali calon pembeli yang akan membatalkan transaksinya, olehkarena itu mungkin mereka mampunya membayar dengan peraturan yang ada di skema FLPP.

    Salah satu strategi marketing yang akan digunakan Delta Group Property yakni dengan menggeser skema pembiayaan untuk rumah bersubsidi yang tadinya secara FLPP, nantinya bakal menggunakan skema pembiayaan lain seperti pembiayaan perumahan berbasis uang (BPPBT). Mungkin sedang sekian informasi yang bisa kami sampaikan terkait pengembangan rumah murah yang saat ini sedang mengalami perangkat surut. Kami bertafakur semua keadaan tersebut dapat segera sembuh dan kedepannya akan ada lebih banyak graha murah yang dapat dibangun.